Artikel Informasi

Remaja Islam Dalam Pergumulan Ghazwul Fikri

Pembuka Wacana

Pemuda dan remaja adalah generasi masa depan dan harapan umat. Kondisi pemuda  dan remaja saat ini akan menjadi cerminan dan gambaran kondisi umat Islam di masa yang akan datang. Sudah semestinya hal ini menjadi perhatian para generasi harapan umat tersebut untuk senantiasa instropeksi diri agar kelak bisa memperbaiki kondisi umat Islam, lebih baik daripada kondisi saat ini. Kondisi yang dimaksud adalah kondisi aqidah, akhlak, ibadah dan muamalahnya yang berimplikasi kepada kondisi peradaban yang dimilikinya. Kondisi umat yang semakin prima akan mampu melahirkan peradaban utama, di mana Islam dan umatnya menjadi sumber kerahmatan bagi alam semesta ini.

Namun, pemuda dan remaja Islam harus selalu waspada. Waspada terhadap berbagai halangan dan rintangan perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam yang utama, karena pemuda dan remaja, termasuk pemuda dan remaja Islam menjadi ajang perebutan berbagai pemikiran dan ideologi dunia yang sama-sama menginginkan adanya kader dan generasi penerus yang melanjutkan perjuangan berbagai ideologi tersebut. Kalau tidak waspada, pastilah para pemuda dan remaja itu akan menjadi korban pergumulan dan perebutan ideologi tersebut. Bila generasi muda Islam termakan oleh ideologi-ideologi yang bertentangan dengan ajaran Islam maka kondisi umat Islam di masa yang akan datang akan sangat memprihatinkan.

Apabila kondisi memprihatinkan itu terjadi, jadilah Islam hanya sebagai sebuah label (la yabqa minal islami illa ismuh) dan jadilah Al-Qur’an hanya sebuah tulisan dan bacaan yang indah, tetapi tak kunjung datang menerangi hati umat (la yabqa minal qur’aniilla rasmuhu), kondisi ini telah dikemukakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama.

Pergumulan pemikiran dan ideologi dunia ini kini sudah mengarah kepada perang pemikiran (ghazwul fikri) kaum Barat Sekular menyebutnya sebagai benturan peradaban (The Clash of Civilization). Dari sini dipahami baik Islam maupun gerakan ideologi lainnya mengakui adanya perang atau benturan pemikiran dan peradaban tersebut. Jadi ghazwul fikri adalah realitas yang harus dihadapi bukan mitos atau paranoid seperti yang dituduhkan oleh kelompok Pro Barat sekular dan liberal.

Islam memang bukan sekadar ideologi. Islam lebih besar daripada ideologi. Artinya Islam bisa menjadi sumber dan landasan bagi ideologi kaum muslimin. Karena itu ideologi kaum muslimin harus unggul dihadapan berbagai ideologi dunia yang hanya berlandaskan sekularisme, liberalisme, kapitalisme, sosialisme dan sebagainya yang tidak berlandaskan pada aqidah shahihah salimah, dan tidak bersumber pada wahyu Allah SWT, Al-Qur’an dan al-Sunnah. Namun, keunggulan ideologi kaum muslimin ini tentu sangat terkait dengan kesiapan pemuda dan remaja Islam dalam berbekal diri dengan iman, ilmu dan jihad yang kokoh kuat.

 

Ghazwul Fikr di Dunia Islam

Ada berbagai bentuk dan model yang dilakukan oleh berbagai ideologi dunia dalam melancarkan usahanya merebut dan menarik generasi muda dunia, khusus kepada generasi muda Islam, ghazwul fikr terutama dilancarkan oleh gerakan SEPILIS (sekularisme, pluralisme dan liberalisme) dengan berbagai model yang ujungnyaadalah pemurtadan dan pendangkalan aqidah umat. Di antara model-model ini adalah :

1.       Perusakan Akhlaq

Dengan berbagai media musuh-musuh Islam melancarkan program-program yang bertujuan merusak akhlaq generasi muslim. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai yang tua renta sekalipun. Di antara bentuk perusakan itu adalah lewat majalah-majalah, televisi, serta musik. Dalam media-media tersebut selalu saja disuguhkan penampilan tokoh-tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas-jelas jauh dari nilai-nilai Islam. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup dan ucapan-ucapan yang mereka lontarkan.

Dengan cara itu, mereka telah berhasil membuat idola-idola baru yang gaya hidupnya jauh dari adab Islam. Hasilnya betul-betul luar biasa, banyak generasi muda kita yang tergiur dan mengidolakan mereka. Nau’udzu billahi min dzaliki!

2.       Perusakan Pola Pikir

Dengan memanfaatkan media-media tersebut di atas, mereka juga sengaja menyajikan berita yang tidak jelas kebenarannya, terutama yang berkenaan dengan kaum muslimin. Seringkali mereka memojokkan posisi kaum muslimin tanpa alasan yang jelas. Mereka selalu memakai kata-kata; teroris, fundamentalis untuk mengatakan para pejuang kaum muslimin yang gigih mempertahankan kemerdekaan negeri meraka dari penguasaan penjajah yang dzalim dan melampaui batas. Sementara itu di sisi lain mereka mendiamkan setiap aksi para perusak, penindas, serta penjajah yang sejalan dengan mereka; seperti Israel, Atheis Rusia, Fundamentalis Hindu India, Serbia, serta yang lain-lainnya. Apa-apa yang sampai kepada kaum muslimin di negeri-negeri lain adalah sesuatu yang benar-benar jauh dari realitas. Bahkan, sengaja diputarbalikkan dari kenyataan yang sesungguhnya.

3.       Sekulerisasi Pendidikan

Hampir di seluruh negeri muslim telah berdiri model pendidikan sekolah yang lepas dari nilai-nilai keagamaan. Mereka sengaja memisahkan antara agama dengan ilmu pengetahuan di sekolah. Sehingga muncullah generasi-generasi terdidik yang jauh dari agamanya. Sekolah macam inilah yang mereka dirikan di bumi Islam pada masa penjajahan (imperalisme), untuk menghancurkan Islam dari dalam tubuhnya sendiri.

4.       Pemurtadan dan Pendangkalan Aqidah

Ini adalah program yang paling jelas kita saksikan. Secara terang-terangan oarang-orang non muslim menawarkan “bantuan” ekonomi; mulai dari bahan makanan, rumah, jabatan, sekolah, dan lain-lainya untuk menggoyahkan iman orang-orang Islam.

Terkait dengan gerakan pemurtadan, khususnya berupa kristenisasi, Pastor Takly berkata : “Kita harus mendorong pembangunan sekolah-sekolah ala Barat yang sekuler. Karena ternyata banyak orang Islam yang goyah aqidahnya denga Islam dan Al Qur’an setelah mempelajari buku-buku pelajaran Barat dan belajar bahasa asing”.

Samuel Zwemer dalam konferensi Al Quds untuk pastor pada tahun 1935 mengatakan : “Sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan oran-orang Islam dari agmanya menjadi pemeluk agama kalian. Akan tetapi menjauhkan meraka dari agamanya (Al Qur’an dan Sunnah). Sehingga meraka menjadi orang-orang yang putus hubungan dengan Tuhannya dan sesamanya (saling bermusuhan), menjadi terpecah belah dan jauh dari persatuan. Dengan demikian kalian telah menyiapkan generasi-generasi baru yang akan memenagkan kalian dan menindas kaum mereka sendiri sesuai dengan tujuan kalian”.

Beberapa Strategi Menangkal Ghazwul Fikri

Wahai para remaja dan pemuda Islam, ghazwul fikri adalah musuh besar dan berat tetap tidak kelihatan, bahkan kadang-kadang menjadi musuh dalam selimut. Untuk itu harus benar-benar diwaspadai dan dihadapai dengan strategi yang jitu. Berikut ini ada beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam menangkal ghazwul fikri, antara lain :

1.       Kenali ciri-ciri dan pemikiran mereka

Untuk bisa melawan musuh kita harus mengenali musuh kita. Kenali dengan mendalam kekuatan dan kelemahan mereka. Dalam hal ini yang sangat perlu kita dalami adalah metode dan strategi pemikiran dan gerakan mereka. Kita ungkap kelemahan, kekeliruan dan kekacauan pemikirannya. Dengan begitu kita di satu sisi dapat membentengi umat dari serangan pemikiran mereka, dan dipihak lain kita dapat mematahkan argumen-argumen mereka baik dengan logika rasional maupun dengan “logika” wahyu.

2.       Terus menerus mendalami Islam

Serangan ghazwul fikri yang juga dapat dikaterogikan sebagai ghazwul aqidah atau al-ghazwuts tsaqafi seringkali menusuk ke jantung pemahaman dan pemikiran Islam, seperti serangan kepada Al-Qur’an, al-Hadits, Ijtihad Ulama bahkan serangan terhadap Islam itu sendiri.

Untuk menghadapi serangan ini dibutuhkan generasi yang kokoh ilmu-ilmu Islam dan luas pandangannya, serta memahami kekacauan dan kesesatan pemikiran musuh-musuh Islam. Untuk itu, para pemuda dan remaja Islam, harus terus bersemangat mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu syar’i serta mendakwahkannya kepada sesama generasi Muslimin. Dengan begitu generasi Muslimin akan semakin kokoh barisannya bagi secara fisik maupun wawasan keilmuannya.

3.       Perkokoh pertahanan dan aktif menyerang

Ibarat perang fisik generasi Muslim harus memiliki pertahanan yang kuat sehingga tidak mudah dijebolkan oleh lawan, tetapi juga aktif menyerang dalam rangka memperlemah perlawanan musuh.

Penguatan pertahanan umat Islam dilakukan dengan memperbanyak taklim dan tafaquh fid din serta memperluas jaringan dan jangkauan dakwah, sehingga semua celah yang dapat dimanfaatkan oleh lawan dapat ditutup rapat. Seluruh lini generasi umat Islam merupakan barisan dan benteng yang kokoh baik secara fisik maupun pemikiran.

Penyerangan yang kita lakukan adalah berupa kritik atas kesesatan dan kekacauan pemikiran, budaya dan peradaban musuh Islam, dengan ketajaman analisis, sehingga semua argumen pertahanan mereka dapat dipatahkan dengan konsep Islam, gerakan peradaban utama yang hidup di dalam jiwa setiap generasi umat Islam. insyaAllah dengan kesiapan yang demikian ghazwul fikri akan dapat ditangkal dengan gemilang. Wallahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *