Aktifitas Santri Berita Informasi Kegiatan Pondok Pilihan Prestasi

ALHAMDULILLAH SANTRI PPM ZAMZAM BERHASIL KHATAM HAFALAN 30 JUZ

(PPM ZAMZAM) – Santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Zamzam Muhammadiyah, Cilongok Fahriza Luqman Rasyid santri kelas XII IPA setelah mengikuti Program Dauroh Tahfizh dua bulan, berhasil mengkhatamkan hafalan Al Qur’an 30 Juz pada Rabu ba’da Ashar, (30/10/2019). Setoran hafalan terakhir – surat Az Zuhruf (43) ayat 75-84—di hadapan muhafizh Ustad Rosyid A. Faruq yang disaksikan Wakil Direktur Ri’ayah sekaligus Penanggung jawab Program Dauroh Tahfizh 2 Bulan, KH. Wahyudi Al Hafizh, dan para santri peserta dauroh beserta kedua ayah dan ibunya.

Dijelaskan KH. Wahyudi Al Hafizh, Program Dauroh Tahfizh dua bulan merupakan langkah awal di PPM Zamzam, hal itu bukan akhir untuk tahapan ini, tetapi akan disusul tahap berikutnya. “Harapan kami PPM Zamzam Cilongok bisa menelorkan para kader dai dan tahfizhul Qur’an yang bisa bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan masyarakat Indonesia keseluruhannnya. Ini yang menjadi cita-cita besar para pendiri Zamzam, para pembina, direksi dan dewan direksi lainnya,” katanya.

Secara spesifik, lanjut KH. Wahyudi, ketika di PPM Zamzam ada program dauroh tahfidz dua bulan ini dapat memberikan warna khas ketika nantinya para santri kembali berkiprah dan berinteraksi dengan masyarakat, sehingga ilmunya bisa disampaikan dan diterapkan setelah berada di lingkungan tempat tinggalnya.
Senada dengan harapan itu, ibunda Fachriza –ibu Lailatul Badriyah—berharap semoga setelah berhasil menghafalkan 30 juz al Qur’an semakin dapat membawa diri, orang tua dan keluarga. “Dulu kakeknya pernah punya bercita-cita ingin mempunyai keturunan yang bisa ‘merumati masjid’, alhamdulillah langkah awal tercapai, dan insya Alloh bisa tercapai. Walau jalan masih panjang. Semoga setelah menghafal bisa mentadzaburi dan mengamalkan,” kata ibunda yang juga Ketua Umum PC Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) Sampang, Cilacap itu berharap. Diyakini pula, sebagaimana ilmu yang disampaikan para guru ngaji, kalau kita hafal al Qur’an, Alloh Subhanahu wata’ala akan memberikan kemudahan dan memberi banyak jalan.
“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mendukung program ini semoga menjadi salah satu jalan bagi semuanya untuk menuju ke syurga Alloh subhanahu wata’ala,” kata ayahanda Fachriza, bapak Ombang Widodo menambahkan.

Selain Fachriza, dua santri program dauroh dua bulan yang berhasil menghafal hingga 17 hingga hampir 18 juz adalah santri Imbatsani Fakhrul Muttaqin dan Fynli Wahyu Saputra, keduanya dari kelas XI I IPA 1.
“Cepat hafal bukan prestasi sesungguhnya, sedangkan lambat menghafal bukan sebuah kelemahan. Prestasi sesungguhnya adalah bagaimana istiqomah bersama al Qur’an,” pungkas Fachriza berfalsafah. (h)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *