Berita Informasi Kegiatan Pondok

Dr H Abdul Mu’ti MEd : Ponpes Tempat yang Tepat Bentuk Karakter Anak

CILONGOK-Antusias walisantri mengikuti kegiatan Silaturahim dan Pengajian Akbar oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr H Abdul Mu’ti MEd sangat bagus pada Rabu (18/7) mulai pukul 13.00. Lokasi kegiatan di halaman Gedung Salbiyah Pondok Putri Ponpes Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok penuh sesak.Hadir pula PDM Banyumas, PCM Cilongok, Dewan Pembina PPMZ H Casiwan HS dan undangan lain.

Dalam penyampaiannya, Dr H Abdul Mu’ti MEd menegaskan bahwa pondok pesantren adalah tempat yang tepat untuk pembentukan karakter anak. “Jadi yang harus diperhatikan oleh walisantri supaya anaknya menjadi kader yang berkualitas adalah wajib menanamkan pendidikan. Nah, pendidikan di Pesantren lah tepat,”katanya.

Untuk menjadi kader yang berkualitas, lanjutnya, kewajiban orang tua adalah menanamkan dan menekankan aqidah. Lalu tentang lifeskill supaya bisa mandiri dan siap mental. Kemudian menanamkan leadership dan menguasai ilmu pengetahuan.

“Karena tanggung jawab anak sepenuhnya pada orang tuanya, terutama kewajiban pendidikan. Anak juga akan menjalani masa yang berbeda dengan orang tuanya. Apalagi dengan kekhawatiran generasi yang lemah, maka siapkan mulai sekarang. Prestasi anak juga tidak murni dilihat dari angka, tapi bakat dan minat,”tegasnya.

Kekhawatiran akan generasi yang lemah, terang Dr H Abdul Mu’ti MEd yaitu tentang Degenerasi, Nasabiyah dan Diniyah. “Umat Islam terutama di Indonesia berkurang salah satu faktornya karena degenerasi yaitu pindah agama,”jelasnya.

Lebih lanjut Sekum PP Muhammadiyah menjelaskan, Degenerasi Nasabiyah yakni terjadi ketika sejumlah anggota keluarga tidak memiliki keturunan, sehingga terputus proses regenerasinya. Hal ini terjadi karena beberapa hal seperti, tidak memiliki keturunan meski sudah berkeluarga dan juga tidak terjadi regenerasi karena tidak berkeluarga.

Dan, Degenerasi Diniyah, yakni terjadi ketika ada beberapa hal seperti, antara ayah, anak serta cucu berbeda aqidah atau keyakinan yang sering terjadi saat ini, anak dan cucu masih se-aqidah, akan tetapi kualitas imannya tidak seperti ayahnya, dan juga sang ayah “ahlu dzikr”, “ahlu ibadah” akan tetapi sang anak dan cucu hanya menjadi Islam KTP (fenomena keislaman hanya pada saat kelahiran, pernikahan dan kematian).

“Oleh karena fenomena degenerasi itu, maka umat Islam saat ini membutuhkan kekuatan yang perlu dibangun,”harapnya.

Di Ponpes Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok, walisantri sudah bisa mengakses aplikasi progam Massa. “Sekarang walisantri bisa melihat progres di Ponpes Zam-zam, mulai dari hafalannya, absensinya, nilai akademik dan lainnya,”katanya.

Ponpes Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok menjadi tempat yang tepat untuk menyekolahkan anak-anaknya belajar dan membentuk karakter anak yang siap menjadi penerus dan generasi Islam di masa depan. (agus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *