Aktifitas Santri Berita Informasi Kegiatan Pondok

JAMDA HW 2019 AJANG MENGASAH KEAHLIAN: Ada Praktik Pamulasaran Jenazah Juga Loh….

Praktik Merawat dan Sholat Jenazah 

SENGATAN panas terik menjelang kaum muslimin menunaikan shalat Jum’at (6/9/2019) dirasakan beda dibanding hari biasanya. Cuaca panas siang berlangit biru itu dianggap cobaan alam yang sangat disadari dan harus diarungi – khususnya– para pandu Hizbul-Wathan putra/putri dari Qobilah Pondok Pesantren Zamzam Muhammadiyah Cilongok.

Terutama para pandu putri dari regu Pengenal Salbiyah dan Penghela Aisyah. Tak hanya terpaan mentari, hawa di sekitar lokasi perkemahan di Lapangan Karang Klesem Purwokerto Selatan, udaranya juga terasa kering, bahkan debu tak hentinya mengepul deras, sebagian terhirup hidung setiap angin bertiup tanpa memberi peluit aba-aba. (memangnya PBB?) Tapi, semangat para pandu adalah semangat juang –fi sabilillah– yang terlatih. Mudah-mudahan selama mengikuti berbagai kegiatan, Allah —subhanahu wa ta’ala — senantiasa mengaruniakan kesehatan.

Sajian sehamparan suasana ‘oven panggang roti’ di hari pertama kegiatan perkemahan itu, juga dirasakan oleh sedikitnya 320 pandu dari 12 Qobilah SMA/MA dan 20 Qobilah SMP/MTS Muhammadiyah se Kabupaten Banyumas yang turut dalam kegiatan itu. Tentu saja sejak para delegasi tiba di arena, selama mendirikan tenda, menghias kelengkapan lokasi tenda, merangkai gapura dan varian tiang bendera (pionering). Dilanjuutkan berbaris berdiri mengikuti upacara pembukaan Jamda HW Banyumas 2019, yang sedianya  dibuka oleh Bupati Banyumas namun diwakilkan Asisten Bupati Drs. Didik Rudianto M.Si.

Menurut Seksi Kegiatan Jamda, ramanda Tungguh Kasianto, dari jumlah qobilah yang hadir, ternyata ada beberapa perguruan Muhammadiyah yang berhalangan mengirimkan qabilahnya dalam kegiatan tersebut. Misalnya dari SMP Muhammadiyah Tambak, Kemranjen, Kembaran dan Purwojati.

Dijelaskan juga, Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Jambore Daerah HW ke-2 Tahun 2019 ini salah satu tujuannya, selain syiar Islam dan mengharap ridha Allah –-Subhanahu wa ta’ala-– juga sebagai upaya melakukan pembinaan terhadap anggota HW tingkat Pengenal (SMP/ MTS) dan Penghela (SMA/ MA). “Sambil melatih mereka berkompetisi dalam berbagai bidang kegiatan,” jelas ramanda Tungguh.

Adapun bermacam ajang kompetisi bagi regu Pengenal yang telah dan sedang dilaksanakan selama tiga hari (6-8/09/2019) meliputi lomba Membaca al Qur’an, tahfidz, khitobah, pionering menggunakan tongkat 10-20, kreasi barang bekas, PBB, lomba morse, cerdas tangkas kepanduan, pentas seni, tadzabur alam, K5 Korve, mengenal lebih dekat HW. Sedangkan untuk regu Penghela, selain jenis lomba sebagaimana yang diperlombakan bagi regu Pengenal, ternyata ada beberapa tambahan even lomba yang sangat bermanfaat yakni cara pemulasaran (merawat) jenazah dan tambahan materi 1 Jam Menganal Bahaya Narkoba.

Aneka kegiatan tersebut dimaksudkan, kata Tungguh, agar terjalin silaturrahim dan mengasah keahlian masing-masing pandu baik perorangan maupun beregu yang sudah dilatih di pangkalan masing-masing, lantas dikompetisikan. “Regu yang berhasil meraih predikat juara secara umum, berhak mengikuti jambore tingkat wilayah Jawa Tengah,” tandasnya. Semoga seluruh acara dapat diikuti peserta, dengan spirit ‘berlomba-lomba dalam kebaikan’ panas terik bukan sebuah kendala. Meski rona muka sedikit berubah warna tak se-glowing hari biasanya? Lillahi’ta’ala dan Tetap semangat..! (h)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *