Berita Informasi

Kompensasi Kenaikan BBM, Subsidi Siswa Miskin Bertambah

Jakarta — Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) diikuti dengan penambahan kuota penerima subsidi siswa miskin (SSM). Dari Rp11,2 triliun yang diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012, Rp3,9 triliun di antaranya untuk SSM.

 

“Anak-anak dari jenjang SD, SMP, sampai perguruan tinggi yang menerima SSM jumlahnya pun kami naikkan, yang tadinya enam juta anak, menjadi 14 juta anak,” tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di kantor Kemdikbud, Jakarta Selasa (27/03)..

 

Mendikbud menjelaskan, kuota penerima SSM dinaikkan sampai dua kali lipat lebih karena adanya dampak yang luas atas kenaikan harga BBM. Selama ini, siswa yang diberi subsidi adalah siswa yang benar-benar miskin. Sekarang, dengan adanya pengalihan subsidi yang ditandai dengan kenaikan harga BBM, otomatis siswa yang hampir miskin juga menerima imbasnya. “Jadi untuk meng-cover adik-adik yang hampir miskin itu, kami naikkan jumlah penerimanya,” tutur mantan Menteri Komunikasi dan Informasi ini.

 

Untuk mendapatkan 14 juta penerima SSM, kata Menteri Nuh, siswa tidak perlu mengajukan permohonan atau lamaran. Pihak sekolah yang akan mendata para siswa yang layak untuk menerima SSM. Sekolah kemudian berkoordinasi dengan dinas pendidikan daerah setempat. “Setelah data diperoleh, baru kami verifikasi,” ucap Menteri Nuh.

 

Untuk SD setiap penerima mendapat Rp360 ribu/anak/tahun. Kemdikbud akan mengusulkan menjadi Rp450 ribu/anak/tahun. Untuk SMP dari Rp550 ribu akan naik menjadi Rp750 ribu/anak/tahun. SMA dan SMK yang tadinya Rp780 ribu akan naik menjadi Rp1 juta/anak/tahun.

 

Menurut Mendikbud, jauh sebelum ada kompensasi kenaikan BBM Kemdikbud telah mengaji ulang penerima SSM. Subsidi siswa miskin merupakan biaya personal yang melekat pada siswa. Transportasi menjadi kebutuhan yang paling besar. “Karena biaya transportasi ada kemungkinan akan naik, dari situlah kami naikkan besarannya,” ujar Mendikbud.

 

Kenaikan besaran SSM akan naik serentak dengan naiknya BBM. Ketepatan sasaran, ketepatan jumlah dan ketepatan waktu pemberian subsidi adalah keharusan. “Tidak bisa kenaikannya mulai 1 April, subsidinya mulai November,” ucap Menteri Nuh. (AR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *