Berita Kajian Kegiatan Pondok Materi

MOMEN TAHUN BARU ISLAM: PERBAIKI KUALITAS SHOLAT

(PPM ZAMZAM)- Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas ibadah dan amaliyah harus diupayakan setiap saat. Pergantian tahun baru Islampun dapat dijadikan momen khusus dalam upaya perbaikan itu. Lebih khusus untuk meningkatkan kualitas sholat. Sebab rukun Islam kedua tersebut menjadi kunci kebaikan amal ibadah secara umum. Tapi bagaimana cara meraiah sholat yang berkualitas?

Menurut penjelasan Ketua Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas, Ustadz H. Kahar Muzzaki, M.Ag., kualitas ibadah sholat dicapai manakala seorang muslim dalam mendirikan sholat tidak sekedar menggugurkan kewajiban. “Usaha-usaha yang harus terus diupayakan dengan cara tidak hanya hafal doa sholat, tetapi harus benar (fasih) cara membacanya, mengetahui tajwid dan memahami makna. Itu akan lebih afdhol sebab ada tadabbur di dalamnya,” papar Ustadz Kahar, seusai tausiyah dalam acara pembinaan rutin bagi pegawai dan asatidz/ah Ponpes Modern Zamzam Muhammadiyah, pada Kamis, (29/08/2019).

Keterkaitan afdholnya sholat itu dapat dijadikan rumus peningkatan kualitas hidup, menurut Ustadz Kahar, itu sebuah keniscayaan. Sebab berubah itu sunatulloh. Dalam hidup ini harusnya tidak ada orang yang stagnan (mandeg) dalam segala hal, termasuk dalam praktik ibadah. “Kita memang harus berani untuk berubah. Kita harus berani melihat kekurangan diri kita sendiri. Di dalam hal sholat juga harus seperti itu. Kita sering ‘tengok’ diri kita, ternyata masih ada kekurangan ini dan itu,” jelasnya.

Kekurangan yang dimaksud menurunya, baik pada tingkatan kaifiyah-nya, dan apalagi pada kekhusukan. “Apakah sholat kita sudah khusuk dari Subuh sampai Isya. Atau khusuknya hanya sebagian saja? Nah itu yang harus kita terus koreksi bareng-bareng,” ujar Ustadz menganjurkan.

Upaya agar ibadah kita benar, lanjut Ustadz Kahar, dengan cara. Pertama, bil’ilmi (mengetahui ilmunya). Kedua, ikhlas. Kita tahu ilmunya kemudian ikhlas mengikuti untuk mengamalkan ilmu itu. Jadi tidak jumud dan keras hati,” tandasnya.

Setiap muslim harus memiliki kesadaran dalam dirinya untuk siap memahami dan berfikir terbuka bahwa ilmu itu berkembang dinamis. Maka ketika mendapati suatu yang tadinya belum diketahui, lantas dalam perkembangan kajian lalu mendapat pengetahuan baru– terkait hal yang semula belum diketahui itu–, maka harus siap berubah. “Dulu saya nggak ngerti, sekarang jadi ngerti. Dulu belum tahu dalilnya, sekarang jadi tahu dalilnya, maka ya secara ikhlas mengikuti itu. Kuncinya, seorang muslim dalam upaya meningkatkan kualitas ibadah sholat, maka dia harus muhasabah, mau mencari ilmu untuk membaguskan kekurangannya,  kemudian amalkan ilmu yang diketahuinya dengan ikhlas untuk mengharap ridho Alloh subhanahu wa ta’ala. Ketika segala perbuatan disandarkan untuk mengharap ridho Alloh niscaya seberapapun bobot amalan itu akan terasa ringan.” Ustadz Kahar meyakinkan.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *