Berita Pilihan

Satu Per Satu Telur Diambil dengan Hati-hati

 

Santri Lulusan Ponpes Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok Magang di Peternakan Ayam

BUKAN hanya masuk ke kolam ikan untuk memanen dan belajar tentang perikanan secara langsung, namun enam santri juga belajar tentang peternakan ayam. Dari hal terkecil yaitu memberi pakan, merapikan pakan, mengambil telor sampai menimbang telur yang sudah terkumpul, menjadi pekerjaan Harvi dan teman-temannya setiap hari di kandang ayam masuk desa Glempang Kecamatan Pekuncen.

Agus Munandar, Pekuncen

Dibagi dua kelompok, yang memberi pakan dan mengambil telur. Tugas tersebut bergantian setiap hari sehingga semua anak dapat mengerjakan semuanya.

Dari memberi pakan dan merapikan per kandang, anak-anak belajar cara didalam bidang peternakan ayam petelur yang benar. Walaupun dalam teorinya di PPMZ untuk kewirausahaan, namun praktek magang tersebut terlihat anak-anak seperti sudah terbiasa melakukan. Sehingga, jiwa kewirausahaan sudah tertanam saat mengenyam pendidikan di pesantren.

“Walaupun terlihat gampang saat memberikan, merapikan pakan sampai mengambil telur, ternyata ada cara atau tekniknya. Nah, teknik itulah yang kami bisa dapatkan dan pelajari hanya dengan praktek magang ini,”jelas salah satu anak, Rifki.

 

Rifki dan teman-temannya mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Sesuatu pelajaran atau wawasan kewirausahaan yang didapatkan walaupun kami berasal dari lulusan SMA Muhammadiyah Boarding School Zam Zam. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak terutama Dewan Pembina PPMZ H Casiwan HS,”ungkapnya.

Harvi, juga mengungkapkan hal yang sama dengan Rifki. Menurutnya, waktu menunggu pengumuman ujian masuk perguruan tinggi harus dimanfaatkan dengan baik. Dengan kegiatan magang ini diharapkan bisa menjadikan pengalaman yang tidak terlupakan. “Memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif,”katanya.

Pengalaman yang dirasakan Harvi, dalam memberi pakan ternyata tidak sembarangan. “Jam teratur, volume pakan juga ada ketentuannya. Lalu mengambil telur juga harus dengan teknik supaya tidak pecah,”katanya.

Sudah hampir satu minggu, enam anak betah dan menikmati setiap kegiatan di kandang ayam. Setiap pagi sampai sore, tugas tiap anak sudah diplot dan bergantian. (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *