Aktifitas Santri Berita Galeri Informasi Kegiatan Pondok

STOP PRODUK YAHUDI ALA PPM ZAMZAM

PESANTREN lembaga yang melatih peradaban umat. Jika para santrinya dibiarkan mengkonsumsi produk-produk Yahudi, itu berbahaya. Tapi jika mereka dilarang dengan tanpa disiapkan produk penggantinya, itu sama saja omong kosong. Untuk itu, Pondok Pesantren Modern (PPM) Zamzam Cilongok tengah berupaya menanggulangi persoalan signifikan itu dengan banyak cara. Apa sajakah?

Menjawab itu, menurut Kabag Ekonomi PPM Zamzam, Ustadz Heru Cokro menjawab persoalan umat yang glabol itu harus dimulai dari diri setiap muslim. Khususnya di Ponpes Zamzam, tengah ditanamkan kiat-kiat yaitu: Pertama, penanaman akidah. Yakni melalui doktrin bahwa sebagai muslim harus menggunakan produk yang halal. Kedua, berusaha menggunakan produk milik sendiri. “Misalkan, semua kantin di lingkungan pondok harus menggunakan, menjual air mineral Kangen Water. Kami berwenang untuk menerapkan aturan itu,” papar Ustad Heru, pada Selasa, (27/8/2019) di ruang kerjanya.

Agar peraturan itu tak menjadi bumerang, maka sejak tahun ajaran baru melalui bidang usaha yang dipimpinnya di PPM Zamzam memproduksi air mineral untuk konsumsi khususnya bagi masyarakat di lingkungan pondok.
Adapun selain sisi akidah dan sisi ekonomi tersebut, lanjut Ustadz Heru, juga dikandung tujuan sebagai bentuk nyata dari cara menanamkan jiwa berwirausaha (entrepreneur) bagi santri.

Menurutnya, penanaman jiwa entrepreneur bagi santri menjadi bagian Missi pondok dalam upaya menciptakan kader-kader dakwah berjiwa entrepreneur. “Sudah banyak para juru dakwah, ulama yang piawai berdakwah sekaligus memiliki keahlian di bidang wirausaha. Hal itu, hasilnya lebih signifikan dibanding da’i yang hanya pandai orasi saja,” terang Ustadz Heru Seraya mencontohkan beberapa nama ulama kondang. Dimisalkan, dalam anjuran terhadap masyarakat dalam mengikuti dakwah agar jangan melihat siapa yang menyampaikan, tetapi lihatlah apa yang disampaikan. “Tapi faktanya, jika yang berdakwah orang berkelas ekonomi tinggi relatif lebih diperhatikan dibanding juru dakwah yang kelas ekonominya biasa saja,” lanjutnya retoris.
Jadi sangat beralasan, ketika santri lulusan PPM Zamzam nanti, setelah sukses di berbagai disiplin ilmu jadi orang besar atau orang yang sukses di bidang bisnis, niscaya akan memiliki rasa tanggung jawab dalam urusan dakwah juga.

Pola didik yang diterapkan di PPM Zamzam agar santri tertanam jiwa entrepreneur bagi santri kelas Xll yakni: 1. Produksi air mineral Kangen Water. “Ini usaha kongkrit menjual produk. Melatih santri membuat produk, mengemas dan menjualnya,” kata Ustadz Heru mencontohkan.
2. Produksi Ice Crem. Dalam bidang ini diperuntukkan bagi santri putra kelas Xll dan santri putri khususnya yang aktif di IPM.
3. Pelatihan las bagi santri kelas Xll dan Pelatihan bordir bagi santri putri. Adapun kiat-kiat lain dalam upaya penanaman spirit berwirausaha, misalnya, santri menjalankan praktik kerja lapangan/ magang di peternakan ayam petelur, praktik niaga di swalayan dan kunjungan ke kebun buah jambu. “Dimaksudkan agar para santri termotivasi menjadi sosok pebisnis bukan sekedar tukang atau pedagang belaka,” pungkas Ustadz Heru. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *